Saturday, 22 March 2014

Aksi Ambil Untung Bikin Wall Street Melemah




Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan saham Jumat (Sabtu pagi) seiring investor melakukan aksi ambil untung setelah indeks saham S&P menyentuh level tertinggi.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat waktu New York, indeks saham Dow Jones melemah 28,28 poin ke level 16.302,77, atau turun 0,17%. Indeks saham S&P 500 tergelincir 5,49 poin atau 0,29% ke level 1.866,52. Pelemahan indeks saham ini juga diikuti indeks saham Nasdaq yang turun 42,49 poin atau 0,98% ke level 4.276,78.
Selama sepekan, indeks saham Dow Jones naik 1,5%. Indeks saham S&P 500 menguat 1,4%. Lalu indeks saham Nasdaq naik 0,7%. Demikian mengutip dari Reuters, Sabtu (22/3/2014).
Volume perdagangan saham cenderung lesu di tengah pasar saham positif menunjukkan keyakinan pelaku pasar terbatas. Namun volume cukup besar pada Jumat pekan ini mendorong indeks saham menyeimbangkannya.
Menjelang akhir pekan, volume perdagangan saham mencapai 9,6 miliar saham. Angka ini jauh di atas rata-rata perdagangan saham 6,69 miliar saham.

Sedangkan indeks saham S&P 500 kehilangan momentum setelah mencapai level intraday tertinggi dari 1.883,97. Hal itu didorong saham-saham utama yang melemah antara lain saham Biogen Idec Inc turun 8,2% menjadi US$ 318,53. Saham Gilead Sciences Inc melemah 4,6% ke level US$ 72,07.
Lalu saham Tiffany and Co turun 0,5% menjadi US$ 90,73 setelah perseroan memberikan prospek laba yang berada di bawah perkiraan.
Sementara itu, saham Nike Inc turun 5,1% menjadi US$ 75,21. Penurunan saham Nike telah menekan indeks saham Dow Jones. Manajemen Nike menyatakan, pihaknya mendapatkan tekanan seiring mata uang emerging market melemah akan berdampak kepada keuntungan sehingga menekan saham Nike.
Kondisi perkembangan geopolitik Rusia-Crimea juga menjadi perhatian pelaku pasar. Investor terus memantau setelah Presiden Vladimir Putin menandatangani undang-undang menyelesaikan aneksasi Rusia dari Crimea. Indeks saham Micex Rusia turun 1% setelah keputusan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi.
(Agustina Melani)

No comments:

Post a Comment